5 Cerpen Terbaik Bahasa Indonesia
cerpen terbaik indonesia
cerpen terbaik indonesia

Menurut pokertiam siapkan segelas kopi, teh, atau coklat panasmu. Sebentar lagi anda akanterbenam dalam dunia sarat kata. Kamu tidak butuh menyelam 2 jam atau lebih dalam dunia sarat kata ini. Tulisan ini sangat sesuai bagimu yang sedang mencari kisah yang berakhir dibaca sekali duduk, lagipula kalau bukan cerpen bahasa Indonesia? Cerpen-cerpen karya anak bangsa ini sudah memenangkan hati tidak sedikit pembaca di goodreads dan mudah-mudahanpembahasan di bawah ini sesuai untuk mengobati kerinduanmu dalam memanjakan mata dan hatimu, ya!

1. 9 dari Nadira
Buku ini adalahkarya rekaan yang terdiri dari kelompok 9 cerpen bahasa Indonesia. Karya sastra dari Leila S. Chudori ini mengusung tema kehilangan yang powerful dengan karakter Nadira yang berperan sebagaifigur perekat, pemersatu. Penyelesaian cerpen-cerpen pada kitab ini bukan suatu perjalanan seperti mengembalikan telapak tangan, dibutuhkan pengorbanan masa-masa yang tidak sedikit.

Penulis memainkan sekian banyak macam aspek kehidupan; tergolong di dalamnya dunia reportase, tradisi, harga diri, cinta, dan masih tidak sedikit lagi bercampur tanpa menghilangkan bagian kealamian dari cerpen- cerpen. Pembangunan karakter Nadira dengan menjadikan kehidupan individu Leila sebagai landasan bukan sesuatu yang butuh dipertanyakan. Halberikut yang berperan dalam pembentukan karakter Nadira yang begitu hidup.

Perasaan iba mungkin hadir saat anda membaca cerpen ini, diselipi dengan kelucuan-kelucuan kecil dari metafora yang ada. Kompleksitas karakter, alur yang tidak linear, dan teknik pandang yang segar dari cerpen ini akan dapat memanjakan mata dan hatimu.

2. Robohnya Surau Kami
Kalau kamu hendak memanjakan matamu dengan kisah sosio-religi, Robohnya Surau Kami dapat menjadi pilihanmu. Buku kelompok 10 cerpen karya A.A. Navis ini mengisahkan dialog antara Tuhan dan Haji Saleh, penduduk negara Indonesia yang rajin beribadah sekitar hidupnya. Cerpen ini dapat jadi adalahsalah satu karya monumental dalam dunia sastra Indonesia.

Cerpen “Robohnya Surau Kami” mengusung cerita tragis yang dirasakan oleh Kakek penjaga surau (masjid berukuran kecil). Kakek ini meninggal dengan menggorok lehernya sendiri sesudah mendengarkan kisah seorang pembual mengenai surga dan neraka untuk manusia. Menjadi urusan yangunik saat A.A Navis bisa

berimajinasi tentang pembicaraan antara insan dengan Tuhan. Bukukelompok cerpen bahasa Indonesia ini sarat dengan ucapan-ucapan satir dan ejekan yang cocok dengan kekolotan orang Indonesia pada masatersebut dan masih relevan dengan ketika ini.

3. Karena Kita Tidak Kenal
“Tidak terdapat satu garis menjemukan yang mesti anda ikuti sepanjang hidup. Jadilah orang asing lagi” – Farida Susanty

Kalimat di atas begitu menggelitik, tersiar nyata, sekaligus turutmenggambarkan tema besar pada kitab kumpulan cerpen ini. Karena Kita Tidak Kenal merupakan kitab berisikan 16 cerpen karya Farida Susanty yang terhubung dengan satu benang merah, yakni orang asing. Daftar cerpen pada kitab ini meninggalkan kesan tersendiri. Salah satu unsur favoritkuialah paragraf ini:

“Ambil jalan yang ‘salah’. Belok di lokasi yang seringkali kamu tidak pernah belok. Tidak terdapat satu garis menjemukan yang mesti anda ikuti sepanjang hidup. Tidak ada lokasi khusus yang mesti anda datangi dengan teknik yang ditentukan. Beloklah. Telusurilah jalan-jalanmengherankan itu. Jadilah orang asing lagi!” – Hal. 188
Bagian tersebut membuatku berhenti sejenak guna meresapi kebenaran dalammasing-masing kata-katanya. Masih ada tidak sedikit lagi paragraf-paragraf laksana itu. Hal unik lainnya dari kitab ini ialah keberadaan ilustrasi-ilustrasi kece yang siap memicu daya imajinasimu. Jadi, tunggu apa lagi?

4. Filosofi Kopi: Daftar Cerita dan Prosa Satu Dekade
Siapa yang tidak kenal dengan Dewi Lestari ? Namanya begitu kondang di dunia sastra. Dee, begitu sapaan akrabnya adalahpenulis dari kitab Filosofi Kopi, sebuah kitab yang menghadirkan perjuangan seseorang yang mempunyai kerinduan tentang kopi dan memaknai hidupnya dengan sudut pandang kecintannya itu. Kalau anda benar-benar hendak memanjakan matamu, kitab ini dapat jadi adalahsasaran yang tepat. Buku ini memenangkan penghargaan sebagai karya sastra terbaik pada tahun 2006 dan terpilih sebagai 5 Besar Khatulistiwa Award kelompok fiksi. Wow ! Bravoguna Dee !

Terdiri dari kelompok 18 cerpen bahasa Indonesia dan prosa, kitab inidapat menghadirkan sekian banyak kesan dalam masing-masing ceritanya. Cerita favoritku jatuh pada cerpen sangat terakhir dengan judul Rico de Coro. Dari namanya saja, orang Jawa barangkali sudah dapat menebak bahwa cerpen ini bersangkutan dengan kecoak. Ya, benar saja, Dee begitu imajinatif, menginginkan seekor kecoak mempunyai nama Rico de Coro yang cinta dengan seorang gadis mempunyai nama Sarah sampai rela mati deminya. Cerita ini adalahpenyegar yang menghibur sekaligus membangunkan daya imajinasi. Betapa romantis dan tersentuh bukan menyaksikan ada cinta tulus dari seekor kecoak yang seringkali kita coba guna basmi?

5. Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi
Kalau anda menggeliat, merasa geli, atau gatal setelah menyimak judul cerpen ini, mungkin kamu di antara penikmat kegiatan judul tersebut. Siapa yang tidak suka menyanyi di kamar mandi? Dinding dan pintunya yangmemblokir sempurna menjadikan suara anda menggema membahana, suara gemerisik air dapat diimajinasikan sebagai suara riuh penonton, shampo atau sikat gigi sangan menyokong untuk dijadikan microphone. Selamat datang di dunia sarat imajinasi! Tidak terdapat yang tak dapat di sini. Kira-kira begitulah misal kenikmatan yang dikatakan dalam kitab kumpulan cerpen karangan Seno Gumira ini.

Lalu kenapa menyanyi di dalam kamar mandi dilarang? Ternyata semuatersebut terjadi sebab Sophie, si figur utama dalam cerpen ini menyanyi di kamar mandi yang juga dapat didengar oleh bapak-bapak mesum penghuni kompleks lokasi ia mengontrak. Hobinya berbuntut lumayan serius sampai ia nyaris diusir sebab istri dari bapak-bapak tersebut yang ternyatalumayan membara. Cerita ini turut menyiratkan pesan bahwa pornografi terjadi bukan karena kegiatan suara, melainkan sebab otak si pelaku. Tidak peduli seberapa seksi pakaian kita, bila otak si pelaku tidakdiisi imajinasi mesum, pornografi tidak bakal terjadi.

Itulah ulasan-ulasan singkat tentang cerpen-cerpen bahasa Indonesia terbaik. Sudah tahu inginkan pilih yang mana atau malah hendak memilih semuanya? Kalau anda terjebak pada opsi kedua, selamat, anda penikmat sastra sejati!

Terlepas dari kapan cerpen-cerpen itu ditulis, siapa penulisnya, atau berapa umur penulisnya, moral kisah yang dikatakan masih begitu relevan dengan kehidupan ketika ini. Jadi, selamat memungut gelas minumanmu dan selamat memanjakan mata dan hati dengan rekomendasi cerpen-cerpen di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *